Oleh: Nana Noviada K SE MM
Dosen Universitas Nasional Karangturi Semarang
TANG ting tang ting bunyi whatsapp dari handphoneku (hp) berbunyi. Kulihat hp-ku, ternyata dari temanku sekolah dulu yang menawarkan berbagai macam makanan.
Tidak hanya satu orang yang menawarkan tetapi banyak sekali yang menawarkan. Ada roti, beras, ayam goreng, beras, kepiting, bahkan ada juga jajan pasar seperti tiwul, lopis, dan sebagainya. Penjual online saat pandemi covid ini memang semakin menjamu. “Lha bagaimana Bu….Kantorku diliburkan.” Ada juga yang suaminya di-PHK, ada juga yang jenuh di rumah terus. Dan berbagai macam sebab bermunculan sehingga merebaklah jualan online tersebut.
Memang tidak bisa dipungkiri, sesuai himbauan pemerintah untuk mencegah merebaknya Covid-19 ini, masyarakat harus di rumah saja. Kalau hanya sehari dua hari, mungkin tidak ada masalah, tapi ini…..sudah hampir 4 bulan dirumah aja. Banyak orang memutar otak, bagaimana supaya tidak boring dan tentu bisa menambah keuangan keluarga, mengingat kebutuhan keuangan semakin mendesak.
Karena kebutuhan keuangana pulalah , maka banyak muncul penjual online baru. Penjual online ini tidak hanya menguntungkan penjualnya saja, tapi juga menguntungkan orang-orang yg di rumah saja. Jadi nggak perlu susah-susah keluar rumah, tinggal pesan lewat online baik melalui Whatsapp, Instagram, Facebook, dan media sosial lain agar bisa memesan makanan sesuai keinginannya.
Trend masa pandemi Covid-19 ini, untuk memasarkan produk memang secara online. Tidak hanya makanan yang via online, bahkan konsultasi dokter pun via online, belajar dan ujian juga via online.
Ada juga seminar-seminar atau pertemuan yang dilakukan perguruan tinggi/perusahaan via online, salah satunya dengan zoom.
Nah, ada kiasan “banyak jalan menuju Roma”. Jadi kalau kita tidak bisa memasarkan produk secara langsung di saat Pandemi covid 19 ini, kita bisa lakukan secara online. Hal ini ternyata bermanfaat sekali buat penjual, buat pembeli (karena harus di rumah saja) dan tentu bermanfaat juga buat pengantarnya karena semua bisa mendapatkan profit walaupun pemasaran via online.
Tunggu apalagi ……Ayo semangat jualan via online. Apa pun bisa kita lakukan asal kita mau. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Strategi Pemasaran Saat Pandemi, https://jateng.tribunnews.com/2020/06/19/strategi-pemasaran-saat-pandemi.
Editor: abduh imanulhaq
