Inovasi dan Kreativitas Usaha Kuliner Pasca Pandemi Covid-19

Beranda > Webinar > Inovasi dan Kreativitas Usaha Kuliner Pasca Pandemi Covid-19

Oleh Hatmiyarni Tri Handayani, S.TP., M.Sc

Dosen Teknologi Pangan Universitas Nasional Karangturi

PANGAN bukanlah lagi menjadi konsumsi untuk memenuhi kebutuhan biologis manusia saja, akan tetapi sudah menjadi gaya hidup di kalangan masyarakat, yang tidak hanya memberikan cita rasa, tetapi juga kebutuhan untuk berkumpul bersama komunitasnya.

Usaha kuliner sangat diminati karena tidak pernah sepi peminat, keuntungan cukup besar, mudah dilakukan, banyak pilihan, dan menjadi model bisnis food start up. Dengan semakin bertumbuhnya industry kuliner menjadikan andalan sebagai penopang peningkatan ekonomi kreatif.

Pandemi covid-19 membawa dampak sangat besar untuk sector kuliner, membuat banyak pelaku usaha untuk menutup usahanya, dan tidak sedikit pula yang mampu bertahan dengan merubah strategi pemasaran atau bahkan merubah menu kulinernya. “Inovasi dan kreatifitas”. Itulah kunci untuk usaha kuliner tetap diminati dan bertahan.

Salah satu usaha yang banyak diminati adalah Makanan Beku “Frozen Food”. Dalam pengolahannya, bahan baku yang digunakan yaitu bahan baku segar dan tidak mengalami kerusakan mekanik. Tahapan proses pengolahan yang dilakukan berbeda-beda tergantung tujuan akhir produk.

Berbicara frozen food, tidak lepas dari proses “Pembekuan”, dimana tujuannya adalah memperpanjang umur simpan, menghambat pertumbuhan mikroorganisme, dan mempertahankan citarasa maupun zat gizi yang dikandungnya. Suhu dan waktu selama proses pembekuan merupakan penentu kualitas, gizi, dan keawetan produk.

Suhu freezer harus dikontrol selama penyimpanan. Waktu pembekuan tiap jenis makanan berbeda-beda daya awetnya.

Ruang pembekuan bisa menggunakan chest freezer atau ruang pembekuan dalam lemari es dengan suhu -15°C – (-29°C) selama 3 – 72 jam. Sedangkan untuk penyimpanan makanan di dalam freezer harus dimasukkan ke dalam wadah tertutup, kondisi vacuum, penataan yang benar, dan yang terpenting dijaga kerapatannya jangan sampai ada kebocoran.

Lalu, bagaimana sih cara mencairkan kembali (Thawing) frozen food itu? Ada beberapa cara yaitu :

Untuk makanan keras seperti bakso, sosis, daging dimasukkan ke dalam chiller.

Untuk makanan dalam wadah plastik, seperti saos, potongan daging kecil direndam dengan air dingin ataupun dengan air mengalir dengan kondisi masih terbungkus kemasan dan setiap 30 menit sekali diganti airnya sampai produk mencair.

Untuk makanan siap saji dimasukkan ke dalam microwave.

Untuk buah-buahan, kue, sayuran diletakkan di ruang terbuka dengan kondisi masih terbungkus kemasan dan waktu relative singkat.

Untuk kemasan yang digunakan adalah :

Plastik polyethylene dan turunannya (HDPE, LDPE, shrink wrap, plastic kaku)
Microwaveable frozen product packaging
Kardus dan kertas berlaminasi
Wadah aluminium dengan tutup

Inovasi produk frozen food sekarang bisa dibuat di rumah dengan memanfaatkan bahan yang ada, seperti pemanfaatan bahan baku local singkong dan ubi (singkong keju dan bola ubi), pemanfaatan buah pisang (nugget pisang), dan pemanfaatan ayam (ayam ungkep bumbu rempah).

Nah, walaupun pandemic Covid-19 belum berakhir dan sudah mulai dalam kondisi new normal, janganlah patah semangat. Tetaplah berinovasi dan berkreasi dalam dunia kuliner, manfaatkan peluang usaha yang ada. (*)

Informasi lebih lanjut : Jl. Raden Patah No. 182-192 Telp. 024-3545882, 08112710322



Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Inovasi dan Kreativitas Usaha Kuliner Pasca Pandemi Covid-19, https://jateng.tribunnews.com/2020/06/23/inovasi-dan-kreativitas-usaha-kuliner-pasca-pandemi-covid-19?page=2.

Editor: abduh imanulhaq