Semarang, [13 April 2026] – Delegasi FIND4S Indonesia mengambil langkah strategis di kancah internasional dengan mengajukan program lanjutan FORC3S (Food Research for Safety, Security, and Sustainability) kepada konsorsium Erasmus+. Inisiatif ini menjadi pengembangan dari program FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food System in Indonesia) yang saat ini tengah memasuki tahun kedua dari total rencana tiga tahun pelaksanaan.
Pemaparan FORC3S dilakukan dalam pertemuan resmi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kerajaan Belgia pada Jumat, 10 April 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian keikutsertaan delegasi dalam ajang internasional 14th Biennial International Conference on Food Simulation (FOODSIM’2026) yang diselenggarakan pada 15–17 April 2026 di KU Leuven – Campus Ghent, Belgia.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi FIND4S Indonesia menyampaikan pentingnya keberlanjutan program melalui FORC3S yang dirancang untuk memperkuat riset dan implementasi sistem pangan berbasis data, dengan fokus pada aspek keamanan, ketahanan, dan keberlanjutan pangan. Program ini juga dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok usaha produktif yang berada di bawah binaan pemerintah daerah.

Perwakilan Universitas Nasional Karangturi Semarang, Martina Widhi Hapsari, M.Sc., menegaskan bahwa FORC3S tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga pada dampak nyata di masyarakat.
“FORC3S dirancang sebagai kelanjutan strategis dari FIND4S, dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan kolaboratif. Kami ingin memastikan bahwa hasil riset tidak berhenti di ranah akademik, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha pangan di tingkat lokal,” ungkapnya.
Delegasi FIND4S Indonesia juga berharap agar FORC3S mendapatkan dukungan penuh dari KBRI di Belgia, mengingat pentingnya peran diplomasi pendidikan dan kolaborasi internasional dalam memperluas jangkauan program.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia, merangkap Luksemburg dan Uni Eropa, Andy Rachmianto, menyambut baik inisiatif tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas upaya delegasi dalam membawa isu strategis pangan Indonesia ke forum internasional. Ia juga menegaskan bahwa KBRI siap mendukung berbagai bentuk kolaborasi yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan sistem pangan berkelanjutan di tingkat global.
Keikutsertaan delegasi FIND4S Indonesia dalam forum internasional ini sekaligus menjadi bukti komitmen perguruan tinggi Indonesia, termasuk Universitas Nasional Karangturi Semarang, dalam mendorong inovasi berbasis riset serta memperluas jejaring global demi terciptanya sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Kontak Media:
Humas Universitas Nasional Karangturi Semarang
[raka.bachtiar@unkartur.ac.id/08112791587]
