SALATIGA, 26 April 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Program Studi Teknologi Pangan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan gelar pangan bertajuk “Lestarikan Pangan, Gelar Pangan Lokal & Sehat”. Acara yang berlangsung pada Minggu (26/4) ini digelar di Rumah Rakyat, Kompleks Kantor DPRD Kota Salatiga, dengan menggandeng berbagai elemen organisasi perempuan dan komunitas lokal.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Salatiga, Bapak Dance Ishak Palit, M.Si., yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan ketahanan pangan keluarga melalui produk lokal. Kehadiran beliau sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap peran strategis perempuan dalam pembangunan kota.
Dalam sambutannya, Bapak Dance Ishak Palit menyampaikan rasa bangganya terhadap dedikasi ibu-ibu di Kota Salatiga:
“Ibu-ibu adalah pilar utama dalam keluarga dan masyarakat. Di momen Hari Kartini ini, kita melihat semangat luar biasa dari para perempuan Salatiga yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga melek akan kesehatan keluarga. Saya sangat bangga melihat ibu-ibu di kota ini yang terus berinovasi dan menjadi motor penggerak bagi kemajuan kualitas hidup di Salatiga. Perempuan hebat, Salatiga kuat.”
Sebagai narasumber utama, Rektor Universitas Karangturi Semarang, Ibu Dra. Lusiawati Dewi, M.Sc., memaparkan materi inovatif mengenai optimalisasi tempe sebagai komoditas lokal yang mampu bertransformasi menjadi pangan fungsional modern. Beliau menekankan bahwa tempe bukan sekadar bahan makanan murah, melainkan solusi strategis untuk mengatasi tantangan kesehatan nasional.

“Tempe adalah superfood asli Indonesia yang kaya akan protein dan nutrisi esensial. Melalui inovasi seperti sempol tempe, bakso tempe, hingga bola-bola coklat tempe, kita dapat menyajikan kudapan yang disukai anak-anak namun tetap padat gizi. Inovasi produk olahan ini menjadi langkah nyata dalam pencegahan stunting secara dini, karena gizi yang baik harus dimulai dari pemanfaatan pangan lokal yang ada di sekitar kita,” ujar Ibu Lusiawati Dewi.
Acara ini diikuti oleh ratusan peserta yang antusias, terdiri dari anggota Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Ibu-ibu Persit, Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI), serta Komunitas Line Dance Salatiga. Selain mendapatkan materi sosialisasi, para peserta juga berkesempatan melihat demonstrasi produk dan mencicipi berbagai olahan pangan sehat berbasis teknologi pangan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi pangan lokal dan memperkuat peran perempuan dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting di Kota Salatiga.

