S1 Teknologi Pangan

Category

Universitas Nasional Karangturi bersama Wakil Walikota Semarang Ibu Ir. Hj. Hevearita G. Rahayu, M.Sos. atau yang kerap disapa dengan panggilan Mba Ita dan PMI kota semarang terlibat dalam aksi kemanusiaan mengatasi stunting di kampung nelayan Tambak Rejo Semarang pada hari Sabtu, 16 Juli 2022. Acara dibuka dengan senam pagi yg dimulai pukul 06.00 kemudian dilanjutkan...
Read More
Pada Selasa (29/3) yang lalu, Universitas Nasional Karangturi (UNKARTUR) secara resmi menjalin kerja sama dengan Akademi Pariwisata Majapahit dalam rangka penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini ditunjukkan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh pimpinan dari kedua belah pihak, yaitu Rektor UNKARTUR, dr. Mutri Wandrati, M.Kes. dan Direktur Akademi Pariwisata Majapahit,...
Read More
Immas Walgiyanti – Teknologi Pangan ’19 – Universitas Nasional Karangturi Okara atau lebih familiar kita kenal dengan sebutan ampas tahu. Okara merupakan produk sisa yang berbentuk padatan, berwarna putih gading, hingga putih kekuningan, okara dihasilkan proses pengolahan kedelai menjadi sari kedelai dan tahu.  Ketersedian okara yang cukup melimpah, seiring dengan perkembangan industri pengolahan kedelai, mulai...
Read More
Seringkali kita dalam mengkonsumsi makanan tidak memperhatikan apakah makanan tersebut higienis, diolah dengan pengolahan yang tepat, dan bagaimana keadaan bahan baku produk makanan tersebut. Padahal banyak penyakit yang dapat ditimbulkan dari makanan tersebut, yang disebut penyakit bawaan pangan (foodborne disease). Penyakit bawaan pangan merupakan penyakit pada manusia yang ditularkan melalui makanan dan atau minuman yang...
Read More
Potensi kekayaan pangan lokal Indonesia sungguh sangat besar. Namun demikian, kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan olahan pangan lokal masih sangat rendah. Hal ini antara lain disebabkan oleh kurangnya inovasi teknologi terhadap produk pangan lokal tersebut sehingga produk yang dihasilkan belum mampu menarik minat konsumen pangan di Indonesia. Oleh karena itu, inovasi teknologi terhadap produk pangan...
Read More
Foodborne Disease sering juga disebut sebagai keracunan makanan yang ditimbulkan karena mengkonsumsi makanan terkontaminasi. Dari 76.000 kasus foodborne di Amerika Serikat, 5.000 di antaranya berakhir dengan kematian. Foodborne disease terbagi menjadi 3 tipe: Food InfectionBiasanya disebabkan oleh bakteri atau mikroba lain yang menginfeksi tubuh setelah mengkonsumsi suatu jenis makanan. Contoh : Salmonelle, Vibrio parahaemolyticus, Campylobacter...
Read More
Novia Anggraeni, S.Pi., M.Sc dan Hatmiyarni Tri Handayani, S. TP., M.Sc Dosen Teknologi Pangan Universitas Nasional Karangturi Dawet atau cendol biasanya dibuat dengan bahan baku tepung hunkwe. Di tangan Dosen Prodi Teknologi Pangan Universitas Nasional Karangturi, dawet dapat dibuat dari bahan ikan lele dan espreso kopi robusta. Emang gak bau amis? Wah, seperti apa ya? Penasaran…? Yuk simak penjelasannya yaaa…. Rata-rata orang Indonesia...
Read More
Oleh : Hatmiyarni Tri Handayani, S.TP., M.Sc – Dosen Teknologi Pangan Universitas Nasional Karangturi Semarang Berbicara seputar makanan, pastilah sangat menyenangkan untuk dibahas, mulai dari snack sampe makanan berat bahkan dessert. Makanan “kekinian” baru-baru ini lebih ditonjolkan untuk menarik minat konsumen tanpa meninggalkan aspek gizinya. Dari proses pengolahan bahan pangan sampai produk jadi, tidak lepas dari campur tangan ahli teknologi pangan,...
Read More
Oleh : Hatmiyarni Tri Handayani, S.TP., M.Sc, – Dosen Teknologi Pangan Universitas Nasional Karangturi Semarang Rendahnya konsumsi ikan di Indonesia disebabkan karena kurangnya variasi dalam pengolahan ikan. Furikake, salah satu produk alternative dalam pengolahan ikan. Furikake adalah bumbu makanan yang berasal dari Jepang, yang berupa butiran, tepung, atau berserat seperti abon. Biasanya disajikan dengan cara menaburkan...
Read More