Semarang, 28 Juli 2025 Universitas Nasional Karangturi (UNKARTUR) turut serta dalam kegiatan pelatihan “Laboratory Management and Staff Competency Development Workshop”, Exclusive for Laboratory staff of FIND4S Universities. Yang diselenggarakan oleh Konsorsium FIND4S pada tanggal 25 – 26 Juli 2025 di Metro Park View Hotel, Semarang. Workshop ini bertujuan untuk memperkuat sistem manajemen laboratorium serta meningkatkan kompetensi staf laboratorium dalam mendukung tridharma perguruan tinggi.
UNKARTUR mengutus dua perwakilan, yaitu :
- Ibu Novia Anggraeni, S.Pi., M.Sc., Dosen Program Studi S-1 Teknologi Pangan
- Ibu Irma Deni Prawitasari, S.TP., Staf Laboran Teknologi Pangan
Kegiatan ini terbagi menjadi enam sesi utama antara lain yaitu :
- Hygiene Laboratory
- Awareness of GLP in Food Laboratories
- Awareness of Occupational Safety, Health and Environment (K3L) In Food Laboratories
- Digital Laboratory System: Managing Food Lab and Equipment Reservations with Google Calender
- Awareness ISO 17025
- Management and Data Processing
Pada materi Hygiene Laboratory (Biosafety for Food Microbiology Labs), peserta mendapatkan paparan materi dari Dr. Simen Akkermans (KU Leuven – Belgia), yang menjelaskan tentang serangkaian menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan laboratorium baik dari segi fisik maupun mikrobiologis yang mencakup upaya pencegahan kontaminasi, keamanan pangan, serta kecelakaan kerja yang dapat terjadi akibat bahan-bahan kimia atau biologi yang digunakan dalam laboratorium dan penerapan penanganan limbah.
Pada hari kedua, materi bertema “Management and Data Processing” disampaikan oleh Bapak Setya Budi Muhammad Abduh, S.Pt., M.Sc., Ph.D. (Koordinator Laboratorium Rekayasa Pangan dan Hasil Pertanian, UNDIP). Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penerapan prinsip yang tepat dalam pengumpulan, penyimpanan, dan pemanfaatan data laboratorium, dengan memastikan keakuratan informasi, keamanan pengguna, serta ketersediaan alat dan bahan. Selain itu, beliau juga mengingatkan tentang kewajiban penyimpanan dokumen fisik laboratorium minimal selama lima tahun sebelum dimusnahkan sesuai prosedur. Di akhir sesi, beliau memberikan motivasi agar setiap institusi terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan yang ada, demi mewujudkan laboratorium yang lebih tertib, aman, dan bermutu.
Workshop ini memberikan ruang yang sangat baik bagi peserta untuk berdiskusi aktif, menyimak materi dari setiap sesi, mengikuti ice breaking yang interaktif, serta menyusun strategi implementasi manajemen laboratorium yang lebih baik ke depannya demi peningkatan mutu dan kompetensi laboratorium.

Melalui dukungan aktif terhadap kegiatan ini, Prodi Teknologi Pangan menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong profesionalisme dan akuntabilitas dalam pengelolaan laboratorium. Diharapkan, hasil dari workshop ini dapat diimplementasikan langsung dalam sistem manajemen laboratorium prodi, sehingga memberikan dampak positif terhadap kualitas lulusan dan penelitian di bidang teknologi pangan.
