Semarang – Universitas Nasional Karangturi (Unkartur) kembali menggelar Lomba Internal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 13 Februari 2025 ini bertujuan untuk menjaring dan mempersiapkan mahasiswa dalam kompetisi tingkat nasional.

Salah satu tim peserta lomba sedang melakukan presentasi dihadapan dewan juri
Acara ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai program studi yang berpartisipasi dalam tiga kategori utama. Dalam lomba internal PKM, mahasiswa mempresentasikan ide-ide kreatif mereka dalam berbagai bidang seperti penelitian, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, hingga teknologi. Sementara itu, peserta P2MW menampilkan proposal bisnis yang inovatif, dan peserta PPK Ormawa memaparkan program pengembangan organisasi kemahasiswaan yang berkelanjutan.
Koordinator Bidang Kemahasiswaan, Pratama Irwin Talenta, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam mengikuti kompetisi ini. “Lomba internal ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, inovasi, dan kemampuan manajerial sebelum berlaga di tingkat nasional. Kami berharap ide-ide terbaik yang muncul dari kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya. Pada kategori P2MW, tim dengan ide inovatif di bidang teknologi dan bisnis berhasil meraih penghargaan sebagai juara pertama (Tim Webina) dan kedua (Tim Pasar Ilmu). Sementara itu, dalam kategori PKM, proyek-proyek kreatif di bidang jurnalistik dan kewirausahaan turut mendapatkan apresiasi dengan menempati posisi pemenang Juara 1: Tim Aksi Jurnalistik dan Juara 2: Tim Bakso Organik. Kompetisi ini menjadi ajang pembuktian bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi terbaik mereka dalam menciptakan solusi kreatif dan aplikatif.

Para pemenang lomba didampingi oleh dosen dan pembina
Salah satu peserta dari kategori PKM, Gio Valent, mengungkapkan bahwa kompetisi ini memberikan pengalaman berharga dalam menyusun proposal serta mempresentasikan ide di hadapan dewan juri. “Melalui lomba ini, kami mendapatkan banyak masukan dari para dosen pembimbing dan juri, sehingga bisa lebih siap menghadapi seleksi nasional nanti,” tuturnya.
Tim juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi profesional menilai karya peserta berdasarkan inovasi, keberlanjutan, serta potensi implementasi di dunia nyata. Mereka juga memberikan umpan balik konstruktif untuk membantu peserta menyempurnakan ide dan strategi mereka. Pendampingan lebih lanjut yang diberikan mencakup sesi pelatihan, konsultasi dengan mentor, serta simulasi presentasi agar proposal yang diajukan semakin kompetitif di tingkat nasional. Selain itu, Unkartur juga akan memberikan dukungan berupa fasilitas penelitian dan pengembangan bagi tim yang memiliki potensi besar untuk diimplementasikan lebih lanjut. Harapannya, melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga dapat merancang solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat dan dunia industri. Dengan suksesnya penyelenggaraan lomba internal ini, Unkartur semakin optimis dalam mendukung mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
