Perayaan Imlek Diwarnai Atraksi Liong Dance dan Lontong Cap Go Meh

Beranda > Berita Kampus > Perayaan Imlek Diwarnai Atraksi Liong Dance dan Lontong Cap Go Meh

Atraksi barongsai dan Liong meramaikan Peringatan Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili dan CapGomeh di Aula Indoor Kampus Universitas Nasional Karangturi (Unkartur) Semarang.

Dalam acara itu disuguhkan pentas hiburan barongsai dan Liong, serta quis Imlek dengan berbagai hadiah menarik. Kegiatan itu ditutup dengan makan bersama lontong CapGomeh.

Rektor Unkartur Semarang, Dra Lusiawati Dewi MSc mengungkapkan, Perayaan Imlek telah menjadi perayaan bersama masyarakat Indonesia dan dijadikan hari libur nasional melalui atraksi barangsoi dan Liong.

Begitu juga Unkartur, sebagai universitas nasional, dengan keragaman agama, suku, etnis, ikut merayakan Tahun Baru Imlek.

Rektor UNKARTUR dra. Lusiawati Dewi, M.Sc (tengah) bersama mahasiswa/i dengan penuh keceriaan pada sesi foto bersama (30/1)

”Semoga Imlek tahun ini membawa kemajuan yang lebih bagi Bangsa Indonesia,” kata Lusiawati Dewi, Rabu (25/1/2023).

Adapun barongsai dan Liong disuguhkan oleh siswa SMA Theresiana Semarang.

Liong Dance SMA Theresiana (25/1)

Dalam pentas itu diceritakan kisah tarian barongsai dan Liong dalam sejarah masyarakat Tiongkok, sehingga anak-anak generasi sekarang mehami sejarahnya. Barongsai merupakan tarian tradisional Tiongkok dengan menggunakan pakaian khas menyerupai singa.

Barongsai sudah ada dan memiliki sejarah ribuan tahun. Tarian ini bertujuan mendatangkan keberuntungan. Indahnya dan dinamis tarian barongsai di Unkartur ini dinikmati para mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Begitu juga dengan tarian Liong. Perpaduan kerja sama dan gerakan menarik penarinya, membuat tarian naga tersebut enak ditonton. Gerakan-gerakan tarian Liong ini secara tradisional, melambangkan peranan historis naga yang menunjukkan kekuatan yang luar biasa dan martabat yang tinggi

Tari naga atau Liong selalu ditampilkan pada puncak acara Perayaan Imlek. Adapun acara itu ditutup dengan makan bersama sajian lontong capgome. Diceritakan pula bila lontong CapGomeh merupakan perpaduan Tiongkok dan Jawa. Ragam isi makanan itu antara lain opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pindang, abon sapi, bubuk koya, sambal, dan kerupuk.

Menurut sejarah lontong CapGomeh berasal dari para pendatang Tionghoa pertama kali bermukim di kota-kota pelabuhan di pesisir utara Jawa, seperti Semarang, Pekalongan, Lasem, dan Surabaya.

Saat itu warga Tiongkok yang merantau ke Jawa menikah dengan warga lokal. Saat Imlek keluarga perpaduan etnis tersebut mengganti hidangan yuanxiao (bola-bola tepung beras) dengan lontong dipadukan berbagai hidangan tradisional Jawa yang kaya rasa, seperti opor ayam dan sambal goreng. Peringatan Imlek di Unkartur Semarang ini setidaknya mengingatkan kembali bagaimana perpaduan warga Tiongkok dan Jawa yang memunculkan budaya baru di Nusantara,” ungkap Lusiawati Dewi.

1 Response

Leave a Reply