Yogyakarta, 15 Juli 2026 – Universitas Nasional Karangturi Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual melalui kegiatan Field Trip bagi mahasiswa angkatan 2025 Program Studi Manajemen, Akuntansi, Pendidikan Bahasa Inggris dan Teknologi Pangan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (15/7) ini mengajak mahasiswa mengunjungi PT Mirota KSM di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebelum melanjutkan perjalanan edukatif ke kawasan bersejarah Taman Sari Yogyakarta.
Kunjungan industri di PT Mirota KSM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana proses bisnis, sistem manajemen mutu, hingga proses produksi pada industri pangan modern. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1973 tersebut merupakan bagian dari kelompok usaha Mirota yang dirintis oleh pasangan Hendro Sutikno dan Tini Yulianti sejak tahun 1950 melalui usaha roti rumahan. Nama “Mirota” sendiri merupakan singkatan dari Minuman, Roti, dan Tart, yang kemudian berkembang menjadi berbagai lini usaha, termasuk industri susu bubuk melalui PT Mirota KSM. Saat ini perusahaan dikenal sebagai produsen berbagai produk susu bermerek Lactona, Prosteo, dan Prolansia, serta melayani jasa manufaktur (maklon) untuk berbagai produk pangan berbasis susu. Dalam operasionalnya, PT Mirota KSM menerapkan standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000 untuk memastikan kualitas serta keamanan produk yang dihasilkan.
Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai sejarah perusahaan, struktur organisasi, strategi pemasaran, pengendalian mutu, hingga rantai produksi mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, penyimpanan, hingga distribusi produk kepada konsumen. Peserta juga diajak meninjau langsung area produksi, laboratorium pengujian mutu, serta unit bakery yang menjadi bagian dari perjalanan awal berkembangnya kelompok usaha Mirota. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai implementasi teori yang selama ini dipelajari di ruang kuliah ke dalam praktik dunia industri.
Bagi mahasiswa Program Studi Manajemen dan Akuntansi, kunjungan ini menjadi sarana untuk memahami tata kelola perusahaan, strategi bisnis, serta pentingnya efisiensi operasional dalam menjaga daya saing perusahaan. Sementara itu, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan memperoleh wawasan mengenai penerapan sistem keamanan pangan, pengawasan kualitas produk, hingga penggunaan teknologi dalam proses produksi pangan berskala industri.
Salah satu peserta field trip, Yemima, mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2025, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Melihat langsung proses produksi di PT Mirota KSM membuat saya memahami bahwa menjaga kualitas pangan membutuhkan standar yang sangat ketat sehingga perusahaan dapat terus bertahan hingga generasi ke generasi. Selama ini kami mempelajari konsepnya di kelas, tetapi melalui kunjungan industri ini saya dapat melihat bagaimana teori tersebut benar-benar diterapkan di industri. Pengalaman ini semakin memotivasi saya untuk mempersiapkan diri menjadi lulusan yang siap menghadapi dunia kerja, begitupun dengan rekan-rekan saya yang lain” ujarnya.
Usai mengikuti kunjungan industri, rombongan mahasiswa melanjutkan perjalanan edukasi menuju Taman Sari Yogyakarta, kompleks bekas taman kerajaan yang dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar pertengahan abad ke-18. Kawasan yang dahulu dikenal sebagai The Fragrant Garden ini tidak hanya berfungsi sebagai taman rekreasi keluarga kerajaan, tetapi juga menjadi tempat peristirahatan, pemandian para putri keraton, lokasi meditasi, hingga memiliki jaringan lorong bawah tanah yang menghubungkan sejumlah bagian kompleks kerajaan. Keunikan arsitektur Taman Sari memperlihatkan perpaduan budaya Jawa, Portugis, Belanda, dan unsur arsitektur Timur Tengah yang menjadikannya salah satu warisan budaya penting di Yogyakarta. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mengikuti Tour Guide yang menjelaskan dengan Bahasa Inggris

Melalui penelusuran sejarah di kawasan Taman Sari, mahasiswa diajak memahami bahwa pembelajaran tidak hanya diperoleh dari ruang kelas maupun dunia industri, tetapi juga dari kekayaan sejarah dan budaya bangsa. Nilai-nilai kepemimpinan, perencanaan tata kota, serta pelestarian warisan budaya menjadi bagian dari refleksi yang melengkapi pengalaman akademik selama kegiatan berlangsung.
Field trip ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa terhadap keterkaitan antara ilmu pengetahuan, dunia industri, dan nilai-nilai sejarah yang membentuk peradaban. Melalui pengalaman belajar langsung di lapangan, Universitas Nasional Karangturi Semarang terus berupaya mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, serta memiliki perspektif yang luas dalam menghadapi tantangan dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.
