Universitas Karangturi Dorong Pemberdayaan Masyarakat Sumurrejo melalui Smart Urban Aquaculture dan Diversifikasi Olahan Lele

Beranda > Berita Kampus > Universitas Karangturi Dorong Pemberdayaan Masyarakat Sumurrejo melalui Smart Urban Aquaculture dan Diversifikasi Olahan Lele

Semarang – Universitas Nasional Karangturi (Unkartur) Semarang terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada inovasi, teknologi, dan ketahanan pangan. Salah satunya diwujudkan melalui program “Pemberdayaan Wilayah Sumurrejo Semarang melalui Smart Urban Aquaculture Berbasis IoT dan Diversifikasi Olahan Lele untuk Mendukung Pencegahan Stunting.”

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama masyarakat di wilayah Sumurrejo, Kota Semarang, dengan mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pengelolaan budidaya ikan serta pengembangan produk olahan berbahan dasar lele.

Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas budidaya, tetapi juga diarahkan untuk memberikan nilai tambah terhadap potensi lokal masyarakat. Melalui diversifikasi olahan lele, komoditas perikanan tersebut dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pemanfaatan Smart Urban Aquaculture menjadi salah satu inovasi utama dalam program ini. Teknologi berbasis IoT diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan pemantauan dan pengelolaan kolam secara lebih efektif, efisien, dan terukur. Dengan pendekatan tersebut, budidaya ikan mulai diarahkan dari metode konvensional menuju sistem yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Ketua PKM, Martina Widhi Hapsari, menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang aplikatif. “Program ini kami arahkan agar teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas, nilai ekonomi, dan pemanfaatan pangan bergizi berbasis potensi lokal,”

Dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Ketua PKK setempat, Era, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang membawa pengetahuan dan inovasi baru bagi warga. “Kami senang karena kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka wawasan warga mengenai cara mengembangkan potensi yang ada di lingkungan kami. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,”

Sementara itu, Ibu Ketua RW, Endah, menyoroti pentingnya keberlanjutan program dan keterlibatan masyarakat. “Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga. Kalau teknologi dan keterampilan yang diberikan bisa terus diterapkan, tentu akan sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan,”

Kegiatan pengabdian ini menjadi ruang kolaborasi antara Unkartur dan masyarakat melalui pendampingan serta transfer pengetahuan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu menerapkan dan mengembangkan inovasi secara mandiri setelah program selesai.

Program ini sejalan dengan komitmen Unkartur untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak, khususnya melalui implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Integrasi teknologi IoT, budidaya perikanan, pengolahan pangan, dan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat menjadi model pengembangan potensi wilayah yang berkelanjutan. Lebih jauh, program tersebut diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting melalui penguatan akses terhadap pangan bergizi berbasis potensi lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi Unkartur yang menghubungkan inovasi akademik dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.