Tim TekPang UK Raih Juara III Rise Award Kota Semarang 2025

Beranda > Berita Kampus > Tim TekPang UK Raih Juara III Rise Award Kota Semarang 2025

Tim dari Program Studi Teknologi Pangan Universitas Karangturi, yang terdiri atas Bayu Krisna, Ong, Yemima Natania Putri, dan Frederico Darren C., berhasil meraih Juara III dalam kompetisi RISE Award (Research and Innovation for Semarang Excellence) Kota Semarang Tahun 2025. Lomba digelar pada 11 Desember 2025 di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, dan diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang. Karya mereka berjudul “GOLDBEAN SEREAL : Pemanfaatan Tepung Ubi Kuning dan Tempe dengan Subtitusu Susu Tempe dalam Pembuatan Sereal Tinggi Protein” mendapat pengakuan atas nilai inovasi dan relevansinya terhadap ketahanan pangan lokal.

Pengumuman pemenang dilakukan setelah rangkaian presentasi dan penilaian yang melibatkan beberapa juri ahli dari bidang riset dan industry. Menurut panitia “Penilaian kami menitikberatkan pada orisinalitas, metodologi penelitian, keberlanjutan bahan baku lokal, serta potensi aplikasi komersial. Tim dari Universitas Karangturi menunjukkan kekuatan di semua aspek tersebut,” ujar Ketua Panitia Rise Award BRIDA Kota Semarang. Proses seleksi berlangsung secara terbuka, dimana para peserta mempresentasikan temuan dan prototipe di hadapan dewan juri sebelum penetapan pemenang.

Kegiatan yang berlangsung pada 11 Desember tersebut bertujuan mendorong pengembangan riset dan inovasi berbasis sumber daya lokal sekaligus menjembatani hasil penelitian ke arah pemanfaatan nyata di masyarakat. BRIDA menekankan bahwa lomba ini diselenggarakan untuk mencari solusi praktis yang dapat meningkatkan nilai tambah produk pangan daerah dan mendukung kewirausahaan berbasis inovasi. Para pemenang selain memperoleh penghargaan juga diharapkan menerima akses pembinaan lanjut untuk komersialisasi dan pengembangan produk.

Sebagai penutup, panitia berharap kompetisi seperti RISE Award dapat menjadi pemicu meningkatnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri di Semarang. Dampak positif yang diharapkan adalah tumbuhnya inovasi pangan yang ramah lokal, peningkatan kapabilitas mahasiswa dalam riset terapan, serta kontribusi nyata terhadap ketahanan dan kemandirian pangan daerah.

Leave a Reply