Universitas Karangturi Ikuti Workshop Pengembangan Modul Pangan Berkelanjutan Berbasis Data Oleh FIND4S

Beranda > Berita Kampus > Universitas Karangturi Ikuti Workshop Pengembangan Modul Pangan Berkelanjutan Berbasis Data Oleh FIND4S

Bandungan, Indonesia — 11 Februari 2026Universitas Karangturi, sebagai bagian dari konsorsium program Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data-driven Food Systems in Indonesia (FIND4S), ikut berpartisipasi dalam Course Module Development Workshop on Food Sustainability pada 11–12 Februari 2026 di Griya Persada Convention Hotel & Resort, Bandungan.

Workshop ini bertujuan membahas langkah strategis dalam pengembangan modul pembelajaran mengenai pangan berkelanjutan (food sustainability) yang mengedepankan pendekatan berbasis data (data-driven approach), sekaligus memperkuat kapasitas dosen dan institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pengembangan sistem pangan berkelanjutan di Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan workshop, juga akan dilaksanakan penandatanganan Implementation Agreement mengenai penyelarasan dan persamaan kurikulum oleh para rektor, dekan, serta ketua program studi dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium FIND4S. Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam membangun standardisasi pembelajaran pangan berkelanjutan di tingkat nasional, serta memperkuat kolaborasi lintas universitas dalam implementasi kurikulum berbasis data.

Rektor Universitas Karangturi yang kerap disapa Bu Lusi, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas institusi merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pangan masa depan. “Pendidikan tinggi harus menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi yang mampu menjawab tantangan keberlanjutan pangan. Melalui program FIND4S dan workshop ini, kami berkomitmen mengintegrasikan pendekatan berbasis data dalam proses pembelajaran. Penandatanganan Implementation Agreement ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antaruniversitas adalah kunci untuk memperkuat kurikulum yang relevan, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Penandatanganan ini diharapkan dapat mempercepat harmonisasi kurikulum antarperguruan tinggi, memperluas adopsi modul pangan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas pembelajaran yang responsif terhadap tantangan sistem pangan Indonesia.

Leave a Reply