Pada hari Jumat, 14 November 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Karangturi telah melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat berjudul “Pencegahan Stunting dengan Penyediaan Pangan Fungsional Melalui Inovasi Tempe Ikan Lele dan Kolam Budidaya Pintar Berbasis IoT” yang bertempat di Desa Kutoharjo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kegiatan ini diinisiasi oleh BEM Universitas Nasional Karangturi dengan melibatkan berbagai mahasiswa dari lintas fakultas, tiga orang dosen pembimbing, serta dukungan dari masyarakat setempat di Desa Kutoharjo. Kolaborasi ini menjadi aksi nyata yang berkontribusi dalam menciptakan solusi inovatif untuk mengatasi masalah stunting di wilayah pedesaan. Selain itu, program pemberdayaan masyarakat ini juga merupakan hasil kolaborasi interdisipliner yang mencakup perancangan pangan bergizi berbasis tempe ikan, pengembangan kolam pintar berbasis IoT untuk budidaya lele berkelanjutan, serta penyusunan materi edukatif. Kolaborasi lintas disiplin tersebut memperkuat upaya pencegahan stunting melalui penerapan inovasi teknologi dan aspek kearifan lokal.
BEM Universitas Nasional Karangturi menjadikan penyediaan pangan fungsional berbasis hasil budidaya ikan lele sebagai fokus program pencegahan masalah gizi ini. Inovasi yang dikembangkan berupa penerapan kolam budidaya pintar berbasis teknologi Internet of Things (IoT) yang dilengkapi dengan sensor suhu, pH, dan Dissolved Oxygen (DO), serta sistem pemberian pakan otomatis yang dapat diatur berdasarkan waktu maupun berat ikan. Penerapan inovasi teknologi ini memungkinkan proses pemantauan kualitas air serta membuat pemberian pakan menjadi lebih efisien dan terkontrol. Hadirnya inovasi tersebut tak hanya akan meningkatkan efektifitas budidaya, namun juga menghasilkan ikan lele berkualitas tinggi yang kaya akan protein dan menjadi sumber pangan fungsional yang bergizi bagi masyarakat Desa Kutoharjo, terutama balita sebagai sasaran utama dalam program pemberdayaan masyarakat ini.
Program ini telah berlangsung di Balai Desa Kutoharjo pada pukul 08.00 sampai 12.00 WIB dan disambut oleh masyarakat setempat dengan sangat antusias. Masyarakat merasa senang dengan hadirnya program pemberdayaan ini, karena dilatarbelakangi oleh tingginya angka stunting yang masih menjadi masalah kesehatan pada anak-anak disana. BEM Universitas Nasional Karangturi hadir untuk memberikan solusi berkelanjutan dengan memberdayakan masyarakat di Desa Kutoharjo agar mampu memproduksi hasil pangan yang bergizi secara mandiri sekaligus meningkatkan taraf ekonomi keluarga melalui pengembangan budidaya lele modern. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberi manfaat nyata dan membawa perubahan bagi upaya pencegahan stunting,” terang H. Hartono selaku Pak Lurah.
Pelaksanaan kegiatan telah dilakukan melalui beberapa tahapan. Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan dosen pembimbing dan ketua BEM Universitas Nasional Karangturi, kemudian dilanjut dengan adanya pemaparan sosialisasi kepada para ibu rumah tangga di wilayah setempat mengenai edukasi gizi seimbang yang disertai dengan demonstrasi pembuatan tempe lele sebagai hasil kombinasi antara tempe kedelai dan tepung ikan lele. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong para ibu agar mampu membuat pangan fungsional di rumah dengan bahan yang mudah didapat dan biaya terjangkau. Lebih lanjut, sosialisasi interaktif juga diberikan kepada para peternak lele mengenai penerapan kolam budidaya pintar berbasis teknologi IoT yang disampaikan oleh perwakilan dosen pembimbing dan mahasiswa. Setelahnya, para peternak lele mendapatkan pendampingan dalam penggunaan sistem pencatatan digital guna mencatat biaya, hasil panen, serta berbagai parameter budidaya lainnya. Dengan adanya pendampingan ini, peternak lele di Desa Kutoharjo diharapkan mampu mengoperasikan inovasi teknologi kolam pintar secara mandiri dan mengembangkan hasil budidaya mereka sebagai sumber pangan lokal yang berdaya saing.
Pratama Irwin Talenta, S.Pd., M.Pd. sebagai salah satu dosen pembimbing menyampaikan bahwa program pemberdayaan masyarakat ini merupakan wujud nyata peran mahasiswa sebagai agen pembawa perubahan. “Kami ingin membuktikan bahwa teknologi dan inovasi sederhana dapat membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam mencegah stunting,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, BEM Universitas Nasional Karangturi berharap masyarakat Desa Kutoharjo dapat menjadi contoh desa inovatif dan mandiri pangan di Kabupaten Pati. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk terus mau bergerak aktif dalam melahirkan inovasi baru serta menerapkan ilmu pengetahuan sebagai solusi atas berbagai permasalahan sosial di Indonesia secara kreatif dan berkelanjutan.
