Tema wisuda ke 3 Universitas Nasional Karangturi-Semarang, Generasi Emas Berkarakter Wirausaha . Dengan harapan para lulusan tidak mudah putus asa, penuh kreasi dan inovasi. Dari lulusan kali ini yang berjumlah 69 , ada 80% yang telah diterima kerja sebelum wisuda, dan 20% nya sedang menunggu panggilan kerja. UNKARTUR sangat berharap para lulusan semua bisa kerja, dan mendapatkan tempat kerja yg baik, atau kerja sendiri dengan merintis usaha sendiri.
Lulusan mendapatkan sebuah gelar kesarjanaan yang baru dari UNKARTUR, sebagai bentuk pengakuan terhadap penguasaan ilmu pengetahuan dan kompetensi akademik yang telah berhasil diraih. Dengan menyandang gelar baru tersebut, lulusan kini mengemban tanggung jawab baru yang lebih tinggi, untuk bisa berkiprah dan memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan bangsa Indonesia, serta peradaban dunia dan kemanusiaan.
Mahasiswa dan sarjana adalah dua status yang berbeda. Dan dari perbedaan status tersebut, melekat peranan, hak dan tanggung jawab yang berbeda. Di lingkungan kerja pun, Ketika anda menjadi bawahan atau atasan, sebagai karyawan atau pimpinan, di sini anda mengemban peranan yang berbeda lagi. Jadi, di sepanjang perjalanan hidup, kita akan memasuki lingkungan sosial yang berbeda-beda, memegang peranan yang berbeda-beda. Untuk bisa menempuh perjalanan tersebut dengan berhasil, kita perlu terus-menerus belajar (life-long learning). Tetapi ini saja tidak cukup, kita juga perlu terus-menerus mengembankan karakter.
Anda di UNKARTUR sudah dilatih untuk berwirausaha ,minimal memahami jiwa wirausaha yang pantang menyerah, berkreasi dan inovasi, menjadi bekal untuk dapat menghadapi dunia nyata di luar kampus.
Adaptasi, Integritas, dan Rendah hati, ketiga hal ini penting untuk dipegang dan dilaksanakan, untuk dapat berhasil dalam kehidupan nyata dalam Masyarakat yang majemuk.
Sebenarnya, baik kampus maupun dunia kerja, adalah lingkungan sosial yang heterogen. Di kampus terdapat beraneka ragam bidang akademik, serta mahasiswa dari beraneka ragam latar belakang sosial/budaya. Perbedaannya, sebagai mahasiswa, anda tidak dituntut untuk berinteraksi dan berkolaborasi dalam keanekaragaman tersebut, atau, kalaupun anda berkolaborasi dalam kelompok ataupun mengerjakan penelitian lintas-disiplin, ini semua masih dalam konteks pembelajaran.
Sedangkan di lingkungan kerja, anda akan terlibat dalam urusan problem-solving yang akan menimbulkan dampak yang nyata. Keberhasilan problem-solving tersebut sangat bergantung pada keberhasilan dalam interaksi, dialog dan kolaborasi dengan berbagai pihak, dalam keanekaragaman latar belakang, cara pandang, sikap dan kepentingan. Kunci dari keberhasilan ini adalah adaptasi. Integritas adalah konsistensi antara prinsip/nilai yang kita pegang, pikiran, sikap, dan perbuatan, secara terus menerus. Menjaga integritas artinya kita berupaya menjalani hidup dengan menggali (to explore) dan memegang prinsip/nilai, dan mengembangkan gagasan, membangun sikap serta menjalankan pekerjaan, secara selaras dengan prinsip/nilai tersebut. Ketika kita terus-menerus berusaha menjaga integritas, kita akan menjadi pribadi yang bisa dipercaya dan diandalkan oleh lingkungan sosial kita. Selain ini, menjaga integritas akan membuat hidup kita menjadi punya pegangan dan orientasi. I know what I do, why, and for what purpose. Ketika kita mengabaikan integritas, kita bisa mengalami disorientasi dalam hidup, dan kepribadian kita menjadi terpecah atau tidak solid. Saya berpesan kepada alumni UNKARTUR, pegang integritas, (mudah) beradaptasi dengan lingkungan, rendah hati, jujur , dan moral yang baik. Jagalah nama baik almamater Dimanapun anda bekerja, anda berada. Selamat dan sukses buat lulusan ke 3 ini, semoga anda semua dapat berkarya dengan baik dan membanggakan almamater serta orangtua.
