Semarang, 5 October 2026, marks internationalization and food technology. It highlights insights in food innovation and related programs. This aligns with Universitas Nasional Karangturi, mahasiswa foreign, technology pangan, laboratory fermentation, inovasi tempe, kombucha, Universitas Diponegoro, Erasmus+.
Seven students from three universities in Malaysia and the Philippines participate in fermentation at Universitas Nasional Karangturi’s Fermentation Laboratory.
They practice tempeh and kombucha, and taste innovations such as chocolate tempeh balls and butterfly pea ice cream.

Cross-Border Fermentation Practice at UNKARTUR
Semarang – Karangturi National University (UNKARTUR) became a space for cross‑border learning for seven students from Malaysia and the Philippines through fermentation practice and food product innovation on Monday (5/10/2026). The initiative exposed participants to hands-on skills in fermentation and product development under supervised guidance.
The activities took place in the Fermentation Laboratory of Universitas Nasional Karangturi, developed to Erasmus+ Europe standards. This event showcased the potential of fermentation-based food processing alongside innovations created by the Food Technology Study Program at UNKARTUR.
Student Exchange Partners
Seven students come from Central Mindanao University and Visayas State University in the Philippines. They also come from Universiti Sultan Zainal Abidin in Malaysia. This exchange forms part of a broader collaboration between Universitas Nasional Karangturi and Universitas Diponegoro to widen international learning experiences.
The activities focus on advancing knowledge in technology and food innovation. They support international collaboration and practical learning in fermentation and related disciplines. By involving partners from multiple countries, the program enhances cross-cultural understanding and shared problem-solving. Researchers and students exchange ideas to strengthen capacities in international education and global perspectives.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari sekaligus mempraktikkan proses pembuatan tempeh dan kombucha. Dengan pendampingan selama kegiatan, mereka mengenal tahapan pengolahan, prinsip dasar fermentation, serta potensi pengembangan produk pangan yang mengedepankan kreativitas dan pemanfaatan bahan baku.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik, mengamati proses pengolahan, dan berpartisipasi langsung dalam pembuatan produk. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan penerapan ilmu technology pangan dalam menghasilkan produk yang inovatif.
Mengenal Inovasi Pangan dari Tempe hingga Es Krim Bunga Telang
Pengalaman para mahasiswa semakin menarik ketika mereka diperkenalkan dengan inovasi produk yang dikembangkan oleh Program Studi Teknologi Pangan UNKARTUR. Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah bola-bola tempe cokelat dan burger tempe, olahan yang memadukan tepung tempe dengan cokelat serta patty tempe sebagai alternatif pengembangan pangan berbasis tempe.
Melalui inovasi tersebut, tempe tidak hanya diperkenalkan sebagai makanan tradisional yang lazim dikonsumsi masyarakat Indonesia, tetapi juga sebagai bahan baku yang berpotensi diolah menjadi produk dengan karakter, cita rasa, dan bentuk penyajian yang berbeda. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana ilmu technology pangan dapat mendukung diversifikasi produk sekaligus meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal.
Selain bola-bola tempe cokelat, para mahasiswa juga berkesempatan membuat dan mencicipi es krim bunga telang. Pemanfaatan bunga telang dalam produk tersebut memberikan pengalaman untuk mengenal eksplorasi bahan pangan dalam kreasi produk yang menarik dan inovatif.
Kedua produk tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman belajar para mahasiswa karena memperlihatkan bahwa inovasi pangan tidak berhenti pada proses produksi, tetapi juga mencakup kreativitas dalam mengolah bahan, pengembangan karakter produk, dan peluang pemanfaatannya bagi masyarakat.
Rektor UNKARTUR: Kolaborasi Internasional Membuka Ruang Pertukaran Pengetahuan
Rektor Universitas Nasional Karangturi, Dra. Lusiawati Dewi, M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran bersama mahasiswa dari Malaysia dan Filipina merupakan kesempatan untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus memperkenalkan pengembangan inovasi pangan di lingkungan UNKARTUR kepada komunitas internasional.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa dari Malaysia dan Filipina untuk belajar bersama di Universitas Nasional Karangturi. Kegiatan ini bukan sekadar praktik di laboratory, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan budaya. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat memperluas wawasan mahasiswa serta memperkuat hubungan akademik antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.”
Lusiawati juga menekankan pentingnya fasilitas pembelajaran yang mendukung kegiatan akademik berbasis praktik dan inovasi.
“Kami ingin Laboratorium Fermentasi UNKARTUR menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Potensi pangan lokal seperti tempe dapat terus dikembangkan melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan technology sehingga memiliki nilai tambah serta peluang untuk dikenal lebih luas di tingkat internasional.”
Melalui kegiatan ini, UNKARTUR menegaskan komitmennya untuk mendorong pembelajaran aplikatif yang menghubungkan teori, praktik, dan pengembangan produk. Kolaborasi dengan Universitas Diponegoro juga menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar bersama dan memperkuat sinergi antarperguruan tinggi.
Membawa Inovasi Pangan Indonesia ke Ruang Internasional
Kehadiran tujuh mahasiswa dari Malaysia dan Filipina menunjukkan bahwa pembelajaran technology pangan dapat menjadi jembatan pertukaran pengetahuan lintas negara. Melalui praktik fermentation, pengembangan produk berbasis tempe, serta eksplorasi bahan lokal seperti bunga telang, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memahami potensi inovasi pangan Indonesia dari perspektif akademik dan praktis.

Adapun testimoni dari salah satu peserta mahasiswa menyampaikan “Pengalaman belajar di Laboratorium Fermentasi UNKARTUR sangat menarik karena kami dapat mempraktikkan langsung pembuatan tempeh dan kombucha. Kami juga mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana bahan pangan tradisional dapat dikembangkan menjadi produk yang inovatif, seperti bola-bola tempe cokelat. Pengalaman ini memberi perspektif baru bagi kami dalam mempelajari technology pangan.”
Universitas Nasional Karangturi berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra, sehingga semakin banyak kesempatan tercipta bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional, memperluas wawasan, dan mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri pangan.
