Mau Bongkar Korupsi? Pakai Ilmu Ini!

Beranda > Artikel > Mau Bongkar Korupsi? Pakai Ilmu Ini!

Beberapa hari terakhir, kita lihat di media tentang terungkapnya kasus-kasus korupsi. Kasus korupsi tidak hanya dilakukan oleh Pejabat Eksekutif saja namun juga merambah di Pejabat Legislatif maupun di Pejabat Yudikatif.

Indonesia termasuk sebagai salah satu kelompok Negara korup di dunia (Menurut The World Economic Forum, 2018). Oleh karenanya, tulisan ini bagi penulis dimaksudkan untuk menggugah para auditor untuk bersedia dan mampu melaksanakan audit forensik untuk kasus-kasus korupsi yang tentunya menyangkut dunia usaha dan pengelolaan keuangan negara.

Oleh: Anton, S.T., S.E., M.Si (Dosen Tetap Program Studi Akuntansi Universitas Nasional Karangturi Semarang dan Praktisi/Konsultan di Semarang).

Disiplin ilmu akuntansi forensik berkembang seiring meningkatnya tingkat kejahatan, korupsi, kurang berfungsinya pembuat kebijakan atau peraturan, system keamanan yang lemah, dan lain-lain.

Hal ini juga merupakan indikasi yang menunjukkan peningkatan permintaan akuntan forensik (Mukoro et al, 2013). Akuntan forensik membutuhkan keahlian dan pengetahuan selain pengetahuan akuntansi untuk melaksanakan tugas-tugasnya (Prabowo, 2013).

Kedua, para pendidik tidak mengajarkan tentang kecurangan(Fraud).

Ketiga, pendidik mengajar calon akuntan dengan tidak menggunakan konten sebagai konteks untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan analisis.

Secara umum, Perguruan Tinggi dengan program studi Akuntansi mengajarkan dua mata kuliah audit. Beberapa Perguruan Tinggi telah mengadopsi mata kuliah tambahan yang berkaitan dengan kecurangan seperti Akuntansi Forensik sebagai akibat dari meningkatnya kecurangan dalam masyarakat.

Akuntansi Forensik telah dikenal dalam Profesi akuntansi bertahun-tahun yang lalu, akan tetapi, baru dikenal luas ketika terjadi skandal keuangan yang besar di dunia (seperti Enron, WorldCom, Global Crossing, dll) dalam rentang tahun 2000-2002 dan merubah persepsi terhadap profesi akuntansi.

Dengan demikian, pengajaran kecurangan dan akuntansi forensik untuk mahasiswa bisnis sangatlah penting (Jackson et al, 2013).

Mata Kuliah akuntansi forensik akan memungkinkan mahasiswa untuk melihat bagaimana pelaku kecurangan mengalami tekanan untuk mengambil keuntungan terhadap kesempatan pada perusahaan tertentu yang mungkin penting bagi perusahaan tersebut (Carpenter, 2011).

Akuntan Forensik akan menggunakan pengetahuannya di bidang akuntansi, audit dan hukum, investigasi dan kriminologi untuk mengungkap kecurangan, menemukan bukti dan menyampaikan bukti tersebut ke pengadilan, jika dibutuhkan.

Pendidikan Akuntansi Forensik

Di Indonesia, kasus-kasus korupsi yang makin banyak terungkap dan semakin beragam jenisnya dan belum terlihat ada kecenderungan penurunan juga pada hakekatnya.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) yang berperan sebagai unit intelijen berhasil membuktikan kepada pengadilan bahwa pelaku yang terlibat dalam penggelapan atau korupsi merupakan bagian dari metode akuntansi forensik (Warshavky, 2013).

Para pembuat kebijakan atau peraturan dan pemangku kepentingan lainnya serta investor prihatin dan gregetan dengan kesulitan dan kegagalan akuntan dalam mendeteksi dan mencegah kecurangan dalam organisasi.

Akibatnya, Perguruan Tinggi menerima banyak kritik karena kurangnya pelatihan untuk mendeteksi kecurangan (Jackson et al, 2013).

“

its own, safe country. But nothing the copy said could convince her and so it didn’t take long until a few insidious Copy Writers ambushed her, made her drunk with Longe and Parole and dragged her into their agency, where they abused her for their projects.

Terdapat tiga faktor penyebab kegagalan para pendidik sehingga memberikan kontribusi terjadinya kecurangan dalam jumlah besar pada laporan keuangan (Albrecht et al, 2012).

Pertama, pendidik tidak memberikan pendidikan dan pelatihan etika yang cukup kepada mahasiswa.

Membuktikan saat ini dan di masa datang makin diperlukan keahlian di bidang Akuntansi Forensik.

Universitas Nasional Karangturi menjawab tantangan ini dengan membuka Program Studi Akuntansi, dengan menawarkan mata kuliah pilihan Audit Investigasi & Akuntansi Forensik.

Program Studi Akuntansi Universitas Nasional Karangturi juga berkepentingan untuk pencegahan dan pendeteksian kecurangan atau kriminal lainnya, sehingga dapat mengurangi tindak pidana korupsi di Indonesia di masa yang akan datang.

The Big Oxmox advised her

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they
Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named.

Leave a Reply