Analisis Sebaran Faktor Risiko Pasien Tekanan Darah Tinggi

Authors

  • Silvia Nurvita Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi
  • Aerrosa Murenda Mayadilanuari Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi
  • Dody Indra Sumantiawan Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi
  • Giyantolin Giyantolin Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi https://orcid.org/0000-0002-8576-5066

DOI:

https://doi.org/10.53416/w3bgz573

Keywords:

analisis, pemetaan, QGIS

Abstract

Penyakit tidak menular yang angka mortalitas dan morbiditasnya terus meningkat secara global adalah hipertensi. Puskesmas Tlogosari Wetan merupakan salah satu puskesmas di Kota Semarang yang memiliki banyak pasien hipertensi. Pencegahan dan penanganan hipertensi dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang distribusi konsumsi kopi, konsumsi asin, dan frekuensi minum obat pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertempat di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional, jumlah sampel 30 orang, analisis variabel dengan SPSS dan QGIS. Penelitian ini telah memiliki ethical clearance. Hasil pemetaan dan analisis statistik penelitian ini adalah Kelurahan Tlogosari Wetan memiliki tingkat konsumsi kopi tertinggi dan tidak teratur minum obat antihipertensi. Kelurahan Palebon, Tlogosari Wetan, dan Tlogomulyo memiliki pasien hipertensi yang mengonsumsi makanan asin. Kesimpulannya penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan rata-rata mengkonsumsi kopi, mengkonsumsi makanan asin, dan kadang-kadang mengkonsumsi obat hipertensi.

References

Wyss F, Coca A, Lopez-Jaramillo P, Ponte-Negretti C, Wyss FS, Restrepo G, et al. Position statement of the Interamerican Society of Cardiology (IASC) on the current guidelines for the prevention, diagnosis and treatment of arterial hypertension 2017–2020. Int J Cardiol Hypertens. 2020 Sep;6:100041. doi:10.1016/j.ijchy.2020.100041

2. Nurvita S. Analisis Epidemiologi Hipertensi di Kecamatan Gayamsari. 2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan. 2022 Aug;12(3).

3. Nurvita S, Koro S, Nasution JD, Rinawati SAW, Silalahi J, Pasaribu M, et al. Konsep Dasar Epidemiologi. Yayasan Kita Menulis; 2024.

4. WHO. Global Status Report on Noncommunicable Diseases 2014. Geneva; 2014.

5. Nurvita S. Literature Riview Gambaran Hipertensi di Indonesia. Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan. 2021;1(2):1–5.

6. Nurvita S, Adi MS. Intervensi Musik dan Relaksasi Untuk Pasien Hipertensi: A Literature Riview. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"). 2020;11:1–5.

7. Jain R. Pengobatan Alternatif untuk Mengatasi Tekanan Darah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2011.

8. Chobanian AV et al. JNC 7 Complete Version Seventh Report Of The Joint National Committee On Prevention, Detection, Evaluation, And Treatment Of High Blood Pressure. Hypertension. 2003;42:1206–1252. doi:10.1161/01.HYP.0000107251.49515.c2

9. Kowalski RE. Kowalski, Robert E. Terapi Hipertensi: Program 8 Minggu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dan Mengurangi Risiko Serangan Jantung dan Stroke Secara Alami. Bandung: Qonita; 2010.

10. Hasnawati. Hipertensi. Yogyakarta: : KBM Indonesia; 2021.

11. Sustrani Lanny, Sustrani S dkk. Hipertensi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2005.

12. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Buku Saku Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024. In. Jawa Tengah; 2024.

13. Dinas Kesehatan Kota Semarang. Dashboard Kesehatan Kota Semarang . Kota Semarang: Dinas Kesehatan Kota Semarang; 2024.

14. Nurvita S, Chotimah SN. PEMETAAN PENDERITA HIPERTENSI PRIMER TAHUN 2020-2021. Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah. 2022;7(2):1–7.

15. Sari NW, Hairil Akbar, Ika Nirmala Masliah, Sartika, Mudyawati Kamaruddin, Evi Susanti Sinaga, et al. Teori dan Aplikasi Epidemiologi Kesehatan. Yogyakarta: Zahir Publishing; 2021.

16. Nurvita S. Pemetaan Epidemiologi Leptospirosis Berbasis Sistem Informasi Geografis Tahun 2021-2022. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2023 Dec;7(3).

17. ESRI. What is GIS. California: ESRI; 2010.

18. Sari PM, Amelia WS. Hubungan Pengetahuan dan Status Gizi dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 2023;5(3):1309–14.

19. Elvivin E LHIK. Analisis Faktor Risiko Kebiasaan Mengkonsumsi Garam, Alkohol,kebiasaan Merokok dan Minum Kopi terhadap Kejadian Dipertensi pada Nelayan Suku Bajo di Pulau Tasipi Kabupaten Muna Barat Tahun 2015. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsyiah . 2016;1.

20. Nurvita S, Rizkaprilisa W. Coffee and blood pressure. Coffee Sci. 2024;19:1–5. doi:10.25186/.v19i.2193

21. Istamayu AA, Sartika RAD, Putri PN. FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN ASIN PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMIRI MUKA, KOTA DEPOK. GIZI INDONESIA. 2024 Nov 3;47(2):209–18. doi:10.36457/gizindo.v47i2.1066

22. Hasan M IADS. The Relationship of Risk Factors to the Incidence of Hypertension in Pre-Elderly and Elderly (Study in Ternate City). . Journal of The Community Development in Asia . 2023;6(1).

23. Rayanti RE, Triandhini R, Sentia DH. Hubungan Konsumsi Garam dan Tekanan Darah Pada Wanita di Desa Batur Jawa Tengah. MEDIA ILMU KESEHATAN Учредители: Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. 2020;8(3):180–91.

24. Sunaryo S, Subagiyono S, Febriani H. Gambaran Perilaku Kepatuhan Berobat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Sleman. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2024;17(1).

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analisis Sebaran Faktor Risiko Pasien Tekanan Darah Tinggi. (2026). Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan, 6(1). https://doi.org/10.53416/w3bgz573