PENERAPAN TEKNOLOGI KEMASAN MODIFIED ATMOSPHERE PACKAGING (MAP) UNTUK MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN PRODUK TAPE: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR

Authors

  • Yumaratus Gianto Rizykita Universitas Jambi
  • Dela Ramadhanti
  • Nesya Saulina Universitas Jambi
  • Rahayu Suseno

DOI:

https://doi.org/10.53416/stmj.v5i2.391

Keywords:

Tape,, Modified Atmosphare Packaging (MAP), Food Packaging,

Abstract

Tape singkong merupakan produk fermentasi tradisional Indonesia yang mudah mengalami kerusakan akibat aktivitas mikroba dan oksidasi. Salah satu solusi untuk memperpanjang umur simpannya adalah dengan penerapan teknologi Modified Atmosphere Packaging (MAP). Studi ini bertujuan untuk meninjau penerapan teknologi MAP dalam pengemasan tape singkong guna menjaga kualitas dan memperpanjang daya simpan produk. Melalui kajian pustaka dari berbagai literatur, ditemukan bahwa MAP mampu menciptakan kondisi atmosfer dalam kemasan yang menghambat laju respirasi, pertumbuhan mikroba, dan reaksi oksidatif. Berbagai jenis bahan kemasan seperti polyethylene (PE), polypropylene (PP), dan polyethylene terephthalate (PET) telah digunakan dalam MAP, dengan PET menunjukkan kinerja paling baik sebagai penghalang gas dan uap air. Teknologi ini juga terbukti efektif dalam menjaga kualitas sensorik tape seperti aroma, rasa, dan tekstur selama penyimpanan. Oleh karena itu, MAP berbasis PET merupakan solusi potensial untuk pengemasan tape singkong secara modern dan efisien.

References

Bintoro, N., Romansyah, E., Karyadi, J. N. W., & Saputro, A. D. (2024). Penentuan mutu cabai rawit segar (Capsicum frutescens L.)

berdasarkan perubahan warna selama penyimpanan MAP. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, 12(1), 1–13.

Brown, S. R. B., Forauer, E. C., & D’Amico, D. C. (2018). Effect of Modified Atmosphere Packaging on the growth of spoilage

microorganisms and Listeria monocytogenes on fresh cheese. J. Dairy Sci.

Castellanos, D. A., & Herrera, A. O. (2017). Modified Atmosphere Packaging: Design and Optimization Strategies for Fresh Produce.

InTech. doi: 10.5772/intechopen.68498

Chitravati, K., Chauhan, O. P., & Raju, P. S. (2015). Influence of Modified Atmosphere Packaging on shelf-life of green chillies (Capsicum annum L.). Food Packaging and Shelf Life, 4, 1–9.

Coles, R., McDowell, D., & Kirwan, M. J. (2003). Food Packaging Technology. Blackwell Publishing Ltd, Australia.

Haryono, K., Kurniawan, R., Nurhayani, A., & Soviyani, D. A. (2010). Pembuatan bioetanol dari bahan berbasis selulosa. Jurnal Institut

Teknologi Nasional, 2(4), 1–7.

Hawa, La Choviya, Anang Lastriyanto, dan Subiantoro Bangun. 2010. Pengemasan Atmosfir Termodifikasi Beras Pecah Kulit Dan

Sosoh. Jurnal Teknologi. Pertanian Vol. 11 No.3 (Desember 2010) 177-183

Hidayah, N., & Basirun, B. (2021). Pengaruh jenis kemasan terhadap sifat organoleptik tape singkong. Nutriology: Jurnal Pangan, Gizi,

Kesehatan, 2(1), 101–105. https://doi.org/10.1016/j.procs.2021.02.035

Hussein, Z., Caleb, O. J., & Opara, U. L. (2015). Perforation-mediated Modified Atmosphere Packaging of fresh and minimally

processed produce – A review. Food Packaging and Shelf Life, 6, 7–20.

Imahori, Y., Bai, J., Ford, B. L., & Baldwin, E. A. (2021). Effect of storage temperature on chilling injury and activity of antioxidant

enzymes in carambola “Arkin” fruit. Journal of Food Processing and Preservation, 45(2), e15178.

https://doi.org/10.1111/JFPP.15178 Journal Viabel Pertanian. 18(1) 76-87

Kusnandar, F. (2010). Kimia Pangan. Jakarta: Dian Rakyat.

Mahajan, P. V., Oliveira, F. A. R., Montanez, J. C., & Frias, J. (2007). Development of user-friendly software for design of Modified

Atmosphere Packaging for fresh and fresh-cut produce. Innovative Food Science and Emerging Technologies, 8, 84–92.

Malakar, S., Kumar, N., Sarkar, S., & Mohan, R. J. (2020). Influence of Modified Atmosphere Packaging on the shelf life and postharvest

quality attributes of king chili (Capsicum chinense Jacq.) during storage. Journal of Biosystems Engineering, 45(4), 213–222.

Mangaraj, S., & Goswami, T. K. (2009). Modified Atmosphere Packaging of fruits and vegetables for extending shelf-life: A review.

Global Science Books, 651–674.

Marsh, K., & Bugusu, B. (2007). Food packaging—roles, materials, and environmental issues. Journal of Food Science, 72(3), R39–R55.

https://doi.org/10.1111/j.1750-3841.2007.00301

Moelyaningrum, A. D. (2012). Hazard analysis critical point (HACCP) pada produk tape singkong untuk meningkatkan keamanan

pangan tradisional Indonesia. The Indonesian Journal of Health Science, 3(1), 41–49.

Mulyawanti, I., Dewandari, K. T., & Yulianingsih. (2008). Pengaruh waktu pembekuan dan penyimpanan karakteristik irisan buah

mangga Arumanis beku. J. Pascapanen, 5(1), 51–58. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.

Putra, S. N., Sukorini, H., & Septia, E. D. (2024). Penerapan pengemasan modifikasi atmosfer untuk mempertahankan kualitas sensorik asparagus (Asparagus officinalis L). Journal Viabel Pertanian, 18(1), 76–87.

Rismayani, D. M. 2016. Kajian Kualitas Tape Ketan Hitam ( Oryza sativa glutinosa) pada Berbagai Suhu dengan Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan Pendekatan Arrhenius, Universitas Pasundan.

Robertson, G.L. (2016). Food Packaging: Principles and Practice (3rd ed.). CRC Press.

Sampurno, R. B. (2006). Aplikasi polimer dalam industri kemasan. J. Sains Indo, 15–22.

Sohnif Nurwicahyo Putra, Henik Sukorini, & Erfan Dani Septia. (2024). Penerapan Pengemasan Modifikasi Atmosfer untuk

Mempertahankan Kualitas Sensorik Asparagus (Asparagus officinalis L).

Sutrisno, & Purwanto, M. G. (2011). Kajian penyimpanan buah naga (Hylocereus costaricensis) dalam kemasan atmosfer

termodifikasi. Jurnal Keteknikan Pertanian, 25(2). Computer Science, 183, 94–99.

Downloads

Published

2025-08-28