OPTIMALISASI SUHU PENGERINGAN BLOOM TEA DENGAN MENGGUNAKAN OVEN DAN MICROWAVE UNTUK KONSERVASI KANDUNGAN PIGMEN DAN ANTIOKSIDAN
DOI:
https://doi.org/10.53416/stmj.v3i1.113Keywords:
antioxidant. bloom tea, drying, pigment.Abstract
Bloom tea merupakan minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Cina, namun dengan berkembangnya zaman bloom tea semakin familiar di dunia. Bloom tea banyak dimanfaatkan sebagai obat. Salah satu bunga yang dimanfaatkan adalah bunga krisan, bunga krisan juga sudah banyak digunakan sebagai obat untuk mengurangi ketegangan mata, efek antipiretik, efek sedatif dan menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan suhu pengeringan yang optimal dengan menggunakan oven dan microwave guna mengkonservasi pigmen alami dan antioksidan pada bloom tea. Pengeringan dilakukan menggunakan oven pada suhu 60, 70, dan 80°C dan microwave pada suhu 50, 70, dan 100°C dengan perlakuan amplop dan tanpa amplop. Hasil pengeringan menunjukan bahwa aktivitas antioksidan tertinggi pada suhu 100°C tanpa amplop sebesar 81,25% sedangkan pigmen tertinggi pada suhu 70°C dengan amplop sebesar 0,701 µg/g. Pengeringan yang direkomendasikan untuk menghasilkan pigmen dan antioksidan optimal dengan menggunakan oven pada suhu 70°C.
References
Amanto, B. S., Siswanti, S., & Atmaja, A. (2015). Kinetika Pengeringan Temu Giring(Curcuma Heyneana Valeton & Van Zijp)Menggunakan Cabinet Dryer dengan Perlakuan Pendahuluan Blanching. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 8(2), 107. https://doi.org/10.20961/jthp.v0i0.12900
Choiriyah, N. A. (2020). Kandungan Antioksidan Pada Berbagai Bunga Edible Di Indonesia. AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 4(2), 136. https://doi.org/10.32585/ags.v4i2.892
Fahmi, N., Herdiana, I., & Rubiyanti, R. (2020). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Mutu Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L.). Media Informasi, 15(2), 165–169. https://doi.org/10.37160/bmi.v15i2.433
Fauzi, R. A., Widyasanti, A., Dwiratna, S., Perwitasari, N., & Nurhasanah, S. (2022). Optimasi Proses Pengeringan Terhadap Aktivitas Antioksidan Bunga Telang (Clitoria Ternatea) Menggunakan Metode Respon Permukaan Optimization of Drying Process on Antioxidant Activity of Butterfly Pea (Clitoria ternatea) by Using Response Surface Methodolo. Jurnal Teknologi Pertanian, 23(1), 9–22.
Hartanto, R., Fitri, S. R. F., Kawiji, K., Prabawa, S., Sigit, B., & Yudhistira, B. (2021). Analisis Fisik, Kimia, dan Sensoris Teh Bunga Krisan Putih (Chrysanthemum morifolium Ramat.) dengan Pengeringan Kabinet. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 15(4), 1011–1025. https://doi.org/10.21107/agrointek.v15i4.10531
Kaneko, S., Chen, J., Wu, J., Suzuki, Y., Ma, L., & Kumazawa, K. (2017). Potent Odorants of Characteristic Floral/Sweet Odor in Chinese Chrysanthemum Flower Tea Infusion. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 65(46), 10058–10063. https://doi.org/10.1021/acs.jafc.7b04116
Kusuma, I. G. N. B. P. B., Ratna, N. K. A. N., Kalalinggi, A. G., & Widarta, I. W. R. (2020). Aktivitas Antioksidan dan Evaluasi Sensoris Teh Herbal Bunga Gumitir (Tagetes erecta L.). Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 5(2), 39. https://doi.org/10.24843/jitpa.2020.v05.i02.p01
Prabawaningrum, D., Kasmiyati, S., Mahardika, A., Studi, P., Fakultas, B., Universitas, B., & Satya, K. (2020). Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 5 Nomor 2 Agustus 2020 Kandungan Pigmen dan Aktivitas Antioksidan pada Tanaman Celosia plumosa Bunga Merah dan Kuning The Pigment Contents and The Antioxidant Activity from Red and Yellow of Celosia plumosa. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 5(2), 119–128.
Rif’an, Nurrahman, & Aminah, S. (2017). Pengaruh Jenis Alat Pengering Terhadap Karakteristik Fisik , Kimia dan Organoleptik Sup Labu Kuning Instan. Jurnal Pangan Dan Gizi, 7(2), 104–116. https://web.archive.org/web/20180417061054id_/http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JPDG/article/viewFile/3181/pdf_1
Rumangu, A. V., Yudistira, A., & Rotinsulu, H. (2019). Uji Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Bunga Kana Merah ( Canna coccinea Mill ). 8, 542–547.
Syahidah, A., Intan, A., Tari, N., & Widyastuti, R. (2022). Chemical and Organoleptics of Red Rosella Tea Powder (Hibiscus Sabdariffa Linn) with Drying Time Variatios. Food and Agricultural Product, 2(1), 46–56. https://doi.org/10.32585/jfap.v2i1.2336
Tarigan, J, G, T, B. (2019). Optimasi Suhu, Waktu Pengeringan Sari Serai dan Jeruk Nipis Untuk Pembuatan Serbuk Kaya Antioksidan.
Winangsih, Prihastanti, E., & Parman, S. (2013). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kualitas Simplisia. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 21(1), 19–25.
Xiaowei, H., Xiaobo, Z., Jiewen, Z., Jiyong, S., Xiaolei, Z., & Holmes, M. (2014). Measurement of total anthocyanins content in flowering tea using near infrared spectroscopy combined with ant colony optimization models. Food Chemistry, 164, 536–543. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2014.05.072
Yuan, J., Hao, L. J., Wu, G., Wang, S., Duan, J. ao, Xie, G. Y., & Qin, M. J. (2015). Effects of drying methods on the phytochemicals contents and antioxidant properties of chrysanthemum flower heads harvested at two developmental stages. Journal of Functional Foods, 19, 786–795. https://doi.org/10.1016/j.jff.2015.10.008
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Science Technology and Management Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






