Mini Review: Kerangka Acuan Blue Economics Dalam Pemanfaatan Konservasi terumbu Karang Di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu
DOI:
https://doi.org/10.53416/stmj.v3i2.167Abstract
Abstrak
_______________________________________________________________________
Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu merupakan salah satu dari enam taman nasional laut di Indonesia dan merupakan satu-satunya Kawasan Pelestarian Alam Taman Nasional yang ada pada ibukota negara. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan yang menimbulkan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya perikanan. Kepulauan Seribu adalah salah satu dari banyaknya objek wisata di Provinsi DKI Jakarta. Interaksi dari wisatawan terhadap suatu habitat dapat mengganggu keberadaan habitat tersebut, sebagai contoh aktivitas snorkeling dan penyelaman dapat mengakibatkan rusaknya habitat terumbu karang oleh karena kecerobohan dari penyelam tersebut. Semakin penting perairan bagi masyarakat, maka masyarakat akan semakin memperhatikan dan mengurus perairannya. Paper ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat lokal terhadap kemajuan teknologi, infrastruktur, modal, pasar, informasi dan aset ekonomi produktif lainnya. Hal ini dapat diselesaikan dengan cara membangun wilayah pesisir dan laut secara optimal, sehingga pemanfaatan sumberdaya alam yang terkandung didalamnya dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan, sekaligus dapat meningkatkan perekonomian, dengan tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Abstract
_______________________________________________________________________
The Seribu Islands Marine National Park is one of six marine national parks in Indonesia; which is the only National Park Nature Conservation Area in the nation's capital. Most of the people working as fishermen which raises the level of community dependence on fishery resources. The Seribu Islands is one of the many tourist attractions in DKI Jakarta Province. The interaction of tourists with a habitat can disrupt the existence of that habitat; for example, snorkeling and diving activities can cause damage to coral reef habitats due to the carelessness of these divers. The more important waters are for the community, the more people will pay attention to and take care of their waters. This manuscript aims to increase local people's access to advances in technology, infrastructure, capital, markets, information, and other productive economic assets. This can be solved by developing coastal and marine areas optimally, so that the utilization of the natural resources contained therein can be carried out optimally and sustainably, while at the same time increasing the economy, while still paying attention to the of coastal communities’ welfare.
References
Arrazy, M., & Primadini, R. (2021). Potensi Subsektor Perikanan Pada Provinsi Provinsi di Indonesia. Jurnal Bina Bangsa Ekonomika, 14(1), 1–13.
Atjo, A. A., Fitriah, R., & Nur, R. (2019). Analisis Potensi Ekosistem Terumbu Karang Untuk Kesesuaian Lokasi Wisata Selam, Pantai Dato Kabupaten Majene. SIGANUS: Journal of Fisheries and Marine Science. Vol 1(1), 1–9.
Budiyanti, S. (2015). Analisis Pemetaan Sosial, Ekonomi Dan Kebutuhan Masyarakat (Studi Kasus: Sistem Zonasi Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNKpS) pada Masyarakat Kepulauan Seribu Utara, Provinsi DKI Jakarta). DIMENSI-Journal of Sociology, 8(1).
Dhewani, N., & Sjafrie, M. 2014. Coral Bleaching: Mekanisme Pertahanan Karang Terhadap Stres. Oseana, 39(4):1–13.
Erviani, A.E., Arif, A.R. & Nurfahmiatunnisa. (2019). Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan. Ilmu Alam Dan Lingkungan, 10(19):52–57.
Hadi, T. A., Giyanto., Prayudha, B. Hafizt, M., Budiyanto, A., Suharsono. (2018). Status Terumbu Karang Indonesia 2018. Jakarta: Puslit Oseanografi – LIPI. Viii + 26 hlm.
Karubaba, C. T., Bengen, D. G., & Nikijuluw, V. P. (2001). Kajian Pemenuhan Kebutuhan Pangan Nelayan pada Musim Timur dan Musim Barat Kaitannya dengan Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir-study of needs assessment of fishermen food on two monsoon seasons in relation with coastal resource uses. Indones J Coast Mar Resour, 3(3), 1-11.
Kathijotes, N. (2013). Keynote: Blue economy-environmental and behavioral aspects towards sustainable coastal development. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 101, 7-13.
Koroy, K., Nurafni, N., & Mustafa, M. (2018). Analisis Kesesuaian Dan Daya Dukung Ekosistem Terumbu Karang Sebagai Ekowisata Bahari Di Pulau Dodola Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Enggano,3(1):52-64.
Sapudi, D. I. P. 2014. Valuasi Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang. Agriekonomika, 3:142–152.
Suryanti, S., & Indrawan, W. (2011). Kondisi terumbu karang dengan indikator ikan chaetodontidae di pulau sambangan Kepulauan Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah. Buletin Oseanografi Marina, 1(1), 106-119.
Taofiqurohman, A. (2013). Penilaian tingkat risiko terumbu karang akibat dampak aktivitas penangkapan ikan dan wisata bahari di Pulau Biawak, Jawa Barat Coral reef risk assessment due to impacts of fishing and marine tourism activities in Biawak Island, West Java. Depik, 2(2):50–57.
Tegar, D., & Gurning, R. O. S. (2018). Development of marine and coastal tourism based on blue economy. International Journal of Marine Engineering Innovation and Research, 2(2). https://doi.org/10.12962/j25481479.v2i2.3650
Triarso, I. (2012). Potensi dan Peluang Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap di Pantura Jawa Tengah. Jurnal Saintek Perikanan Vol. 8. No. 1.
Untung, U. A. N. (2021). Perspektif Eksploitasi dan Konservasi dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Indonesia. Majalah Media Perencana, 2(1), 51-67.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Science Technology and Management Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






