Prospek Profesi Guru Bahasa Inggris di Era Globalisasi

Beranda > Artikel > Prospek Profesi Guru Bahasa Inggris di Era Globalisasi


Oleh Afi Normawati SPd MPd
Dosen PBI Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unkartur Semarang

SETIAP tahun, jumlah sarjana yang lulus dari bangku kuliah mencapai jutaan. Jumlah yang tidak sedikit itu harus berebut dalam mencari pekerjaan. Namun demikian, ternyata ada beberapa profesi yang banyak diminati sekaligus selalu dibutuhkan. Salah satu di antara banyak pekerjaan yang terus dibutuhkan adalah guru.

Mengapa demikian? Permintaan profesi guru selalu ada dan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia. Selain itu, untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta mewujudkan negara yang maju, peran guru sangatlah penting. Ditambah lagi, profesi guru memiliki posisi yang mulia di masyarakat. Hal ini membuat guru masih menjadi profesi yang bergengsi dan diminati.

Di tengah banyaknya peluang pekerjaan sebagai guru, guru Bahasa Inggris merupakan profesi guru yang banyak dibutuhkan dari dulu sampai sekarang. Hal ini disebabkan tidak terlepas dari fungsi Bahasa Inggris sebagai lingua franca, yang berarti bahwa Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar untuk berkomunikasi orang dari berbagai latar belakang bahasa. Terlebih lagi di era globalisasi seperti sekarang ini, di mana Bahasa Inggris banyak digunakan untuk transaksi, negosiasi serta berbagai bentuk komunikasi lain.

Tak heran jika banyak negara, termasuk Indonesia, perlu menyiapkan generasi bangsa untuk menguasai Bahasa Inggris. Hal ini dimaksudkan agar bangsa Indonesia mampu mengikuti perkembangan dunia; dan untuk mencapai tujuan ini, guru-guru Bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Inilah yang membuat Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nasional Karangturi Semarang sebagai prodi yang mencetak calon guru atau pengajar Bahasa Inggris menjadi salah satu prodi yang paling diminati.

Pentingnya Bahasa Inggris dalam komunikasi global tidak dapat dipungkiri. Hal ini bahkan bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dari hal yang paling sederhana, setiap hari kita menggunakan perangkat TV, AC dan alat elektronik lain yang deskripsi produknya ditulis menggunakan Bahasa Inggris.

Dalam dunia pariwisata pun demikian. Di tempat-tempat wisata, banyak dijumpai keterangan lokasi, arah, petunjuk atau instruksi yang ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ini bukan hal yang baru, terutama di lokasi wisata yang banyak dikunjungi turis asing. Untuk menembus pasar internasional, SDM yang bisa berbahasa Inggris sangat diperlukan. Di sinilah pendidikan Bahasa Inggris berperan penting. 

Apakah kamus, Google Translate atau alat penerjemah bahasa lain cukup untuk bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris? Apakah adanya kamus dan Google Translate ini membuat guru Bahasa Inggris tidak lagi dibutuhkan? Jawabannya tentu saja tidak. Sampai saat ini, peran guru Bahasa Inggris sebagai fasilitator dalam pembelajaran masih belum bisa digantikan oleh alat-alat tersebut karena alat-alat ini tidak bisa mendesain pembelajaran, memahami makna, mood, konteks dan sebagainya.

Ada banyak lagi contoh yang menunjukkan bahwa penguasaan dan penggunaan Bahasa Inggris semakin dibutuhkan oleh banyak orang dari berbagai profesi. Dengan menguasai Bahasa Inggris, kesempatan karir seseorang akan semakin luas. Daya tahan dan daya saing dalam menghadapi zaman globalisasi pun akan semakin meningkat.

Di samping itu, semakin banyak orang membutuhkan pendidikan Bahasa Inggris; tidak hanya penduduk Indonesia tetapi juga seluruh dunia. Hal ini membuat peluang kerja guru Bahasa Inggris tidak akan pernah surut, bahkan semakin terbuka lebar. (*)

Informasi lebih lanjut : Jl. Raden Patah No. 182-192 Telp. 024-3545882/08112710322

Leave a Reply

17 − three =