Kesiapan Warga Semarang Menyambut New Normal

Beranda > Artikel > Kesiapan Warga Semarang Menyambut New Normal

Oleh Vanessa Elvina
Mahasiswi Unkartur Akuntansi 2019

PANDEMI Covid-19 pertama kali terjadi di Wuhan, China. Dalam hitungan minggu sudah menyebar ke beberapa negara di dunia. Jutaan orang dari berbagai negara meninggal dunia karena terserang virus corona hingga saat ini. WHO (World Health Organization) pun menetapkan viruscorona sebagai Pandemi global.

Penyebaran virus ini menjangkit lebih dari 100 negara, dengan kasus positif tertinggi terjadi di Amerika Serikat. Indonesia juga tidak luput dari serangan virus ini. Sejak kasus pertama ditemukan pada 2 Maret 2020 hingga Minggu (28/6/2020) tercatat ada 54.010 pasien positif corona. Sementara jumlah pasien yang sembuh ada 22.936 orang dan yang meninggal sebanyak 2.754 orang.

Pandemi ini tentunya sangat berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Mengingat virus ini menyebar dengan cepat,  maka pemerintah mengambil tindakan pengurangan kegiatan massal. Di antaranya meminta pusat perbelanjaan untuk menutup gerai hingga lembaga pendidikan yang sampai saat ini masih belum diperbolehkan melakukan kegiatan belajar mengajar secara langsung (sistem daring). Perusahaan pun dipaksa melakukan work from home dan mengadakan rapat secara daring demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Pemerintah telah mengintruksikan kebijakan baru dalam menghadapi virus corona ini yaitu dengan menetapkan New Normal agar roda perekonomian negeri bisa terus berputar. Penetapan kebijakan New Normal tentunya juga disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan harus dilakukan. Lalu apa saja protokol kesehatan di fase New Normal ini? Berikut protokol kesehatan yang dapat diterapkan selama New Normal:

Wajib menggunakan masker atau face shield dan sarung tangan

Penjual diharapkan selalu menggunakan masker, face shield dan sarung tangan saat melakukan transaksi jual beli kepada pembeli.

Tetap menerapkan social distancing

Memberi tanda untuk jarak antrean dan posisi meja / kursi selama new normal adalah 1 meter.

Mengecek suhu tubuh sebelum memasuki pasar atau mal

Jika suhu tubuh melebihi batasan wajar maka diharapkan dapat beristirahat dan melakukan isolasi mandiri.

Mencuci tangan dengan sabun

Jangan lupakan untuk sering mencuci tangan sebelum memasuki mal atau pasar.

Menjaga kesehatan diri dan berpikir positif

Mengonsumsi makanan bergizi, minum vitamin, dan istirahat yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh.

Transaksi pembayaran secara non tunai

Di SPBU dan beberapa pusat perbelanjaan sudah diwajibkan untuk bertransaksi menggunakan non tunai. Karena uang tunai dianggap dapat menularkan virus lebih cepat.

Kesadaran untuk melakukan protokol kesehatan terutama saat bepergian adalah kewajiban seluruh masyarakat. Selalu gunakan masker dan menyiapkan cadangan masker untuk menggantinya jika sudah dipakai dalam jangka waktu tertentu. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan selalu membawa hand sanitizer saat bepergian. (*)

Informasi lebih lanjut : Jl. Raden Patah No. 182-192 Telp. 024-3545882 / 08112710322



Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Kesiapan Warga Semarang Menyambut New Normal, https://jateng.tribunnews.com/2020/07/10/kesiapan-warga-semarang-menyambut-new-normal?page=2.

Editor: abduh imanulhaq

Leave a Reply

4 × five =